Tentang Opini Masyarakat

Agustus 25, 2008

Lagi-lagi elpiji naik lagi-lagi, akan naik lagikah elpiji lain kali lagi?

Filed under: Uncategorized — myself @ 9:21 am

lukman_farid menulis di sebuah milis :

Hari Minggu 24 Agustus 2008 kemarin PT Pertamina kembali mengumumkan
kenaikan harga gas LPG [elpiji] untuk tabung 12 kg dan 50 kg.
Terhitung tanggal 25 Agustus 2008, harga jual Elpiji kemasan 12 kg
dari Rp.5.250,-/kg menjadi Rp.5.750,-/kg (naik sekitar 9,5 %) atau
naik dari Rp. 63.000,-/tabung menjadi Rp.69.000,-/tabung.

Adapun harga jual Elpiji kemasan 50 Kg, dikurangi diskonnya dari 15 %
menjadi 10 % atau dari harga Rp 6.878,-/kg menjadi Rp.7.255,-/kg.
Dengan demikian harga dalam kemasan 50 kg naik dari Rp.343.900,-
/tabung menjadi Rp 362.750,-/tabung. Sedangkan Harga jual Elpiji
tabung 3 kg masih tetap seperti yang lama yaitu Rp 4.250 /kg eks Agen
(Rp 12.750/tabung 3 kg).

Dalam siaran pers PT Pertamina tersebut lagi-lagi berkilah bahwa hal
itu bukan kenaikan harga tetapi penyesuaian harga. Alasan kenaikan
tersebut masih saja klise, penyesuaian harga jual Elpiji tersebut
perlu dilakukan karena :

Kenaikan harga jual LPG pada bulan Juli 2008 adalah untuk
mengakomodir kenaikan biaya operasional dan distribusi sehubungan
dengan naiknya harga BBM, serta masih belum mengakomodir harga bahan
baku LPG.
Untuk tahun 2008, rata-rata harga LPG di Pasar Internasional (Ref
harga CP Aramco) adalah sebesar 858 USD/MT dengan harga keekonomian
Rp 11.400,-/kg.
Dengan kenaikan tersebut di atas, Pertamina masih menanggung kerugian
akibat penjualan LPG kemasan 12 kg dan 50 kg sebesar Rp 6,5
Trilyun/tahun.
Hanya saja penyesuaian itu tidak hanya sampai di situ saja tetapi
akan terus disesuaikan setiap bulan dengan kenaikan Rp
500,00/kg/bulan. Untuk tabung 12 kg berarti kenaikan setiap bulannya
yaitu Rp 6000,00/bulan sedangkan untuk tabung 50 kg yaitu Rp
25.000,00/bulan.

Sampai kapan kenaikan berhenti? Kenaikan harga konon sampai mencapai
harga ekonomis. Untuk saat ini harga ekonomis gas elpiji yaitu Rp
11.400/kg atau harga ekonomis gas elpiji tabung 12 kg yaitu Rp
136.800,00 dan untuk tabung 50 kg yaitu Rp 570.000,00. Harga tersebut
akan terus berubah sesuai harga pasar dunia gas elpiji.

Ingatan saya kembali kepada kebijakan pemerintah terhadap konversi
minyak tanah ke gas elpiji. Dua kompor minyak tanah sudah saya
reduksi menjadi satu dan bersusah payah berganti elpiji. Saya harus
menyusun ulang strategi penggunaaan kompor di rumah demi stabilitas
asap dapur supaya tetap ngebul setiap hari. Membeli minyak tanah pun
sudah susah, gas elpiji harganya melambung tinggi dan alternatif lain
menggunakan briket batubara (saya punya tungku untukl briket batu
bara) juga tidak memungkinkan karena tidak mempunyai tempat untuk
tungku.

Menggunakan tungku briket batubara ataupun kayu haruslah mempunyai
dapur yang siap kotor oleh debu. Alternatif lain yaitu menggunakan
briket batubara, kayu, sekam, grajen kayu yang sementara saya
kesampingkan. Pilihan yang paling mungkin yaitu menggunakan listrik,
saat ini pun menanak nasi juga menggunakan listrik. Tetapi bukankah
menggunakan listrik juga melanggar himbauan penghematan listrik?

Beberapa tetangga yang semula menggunakan minyak tanah kembali
menggunakan kayu bakar untuk memasak. Kayu bakar yang dijual per ikat
biasanya merupakan kayu hutan rakyat atau dari hutan lainnya. Saya
membayangkan banjir bandang akan semakin besar di musim hujan
mendatang karena pohon-pohon akan semakin banyak ditebang sebagai
alternatif bahan bakar.

Kerugian akibat bencana sangat besar dan efek negatifnya terhadap
lingkungan niscaya akan sulit dan lama dipulihkan. Pernahkah dihitung
dan dibandingkan antara kerugian PT Pertamina akibat memberikan
subsidi minyak dan gas dengan kerugian akibat bencana?

Sebelumnya saya posting di
http://elfarid.multiply.com/journal/item/743

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: