Tentang Opini Masyarakat

Juli 12, 2008

Menguak Mafia BBM

Filed under: Uncategorized — myself @ 6:36 am

SUARA PEMBARUAN DAILY

———-

Mafia Minyak, Hantu di Sektor Energi

Semangat memerangi mafia minyak kembali menggebu. Setelah sekian lama
hanya menjadi wacana, kali ini genderang perang melawan mafia minyak
kembali ditabuh para wakil rakyat. DPR yang kerap diragukan
komitmennya, tampaknya ingin membuktikan bahwa kini saatnya
membongkar jaringan mafia minyak, yang disebut-sebut membobol uang
negara Rp 3 triliun setiap tahun.

Mengenai mafia minyak, bagi sebagian besar anggota DPR, bukan hal
rahasia. Sebab, menurut sejumlah sumber, informasi ihwal mafia minyak
telah lama dibeberkan kepada hampir semua anggota Dewan, dan tidak
terbatas anggota Komisi VII yang membidangi sektor energi dan sumber
daya mineral. Apalagi, beberapa anggota DPR secara terus terang
mengakui telah lama mengantongi data mengenai mafia minyak.

Di kalangan pemerintah, informasi serupa juga tidak kurang. Bahkan,
pada periode 2000-2003, data yang masuk ke pemerintah (Departemen
Energi dan Sumber Daya Mineral) sudah cukup kuat untuk membongkar
jaringan mafia minyak.

Secara berkala, sejak dibentuk pada Juli 2000, Tim Pelaksana
Penanggulangan Penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak atau Tim Terpadu
(Timdu) BBM selalu melaporkan temuannya ke pemerintah, terkait
kecurangan dan penyelewengan BBM bersubsidi kepada pemerintah.
Sepanjang masa kerjanya, Timdu BBM telah mengendus adanya jaringan
mafia dalam bisnis hilir BBM di dalam negeri. Sayang, meski merupakan
lembaga bentukan pemerintah, hingga dibubarkan pada April 2004 belum
ada satu pun laporan Timdu BBM yang ditelusuri oleh pemerintah.

Dalam setiap laporannya, Timdu BBM mengingatkan, bila ingin
membongkar jaringan mafia minyak, sebaiknya dimulai dengan
“membersihkan” Pertamina. Walaupun, harus diakui, jaringan mafia yang
seolah telah mengakar di semua lini bisnis BBM ini, disetir oleh
tokoh di luar Pertamina.

Dalam perbincangan dengan SP, mantan Ketua Timdu BBM Slamet Singgih
mengungkapkan, pembubaran timnya merupakan hasil lobi mafia minyak
yang dekat dengan kalangan pemerintah.

Bukan Rahasia

Menurut laporan Timdu BBM, kejahatan mafia minyak yang pernah dikuak
antara lain praktik penyelundupan BBM bersubsidi ke luar negeri,
penjualan BBM bersubsidi ke industri, dan penjualan BBM bersubsidi
untuk kapal bukan kapal nelayan. Dalam kurun Juli 2000 sampai April
2004, Timdu BBM berhasil menyelamatkan uang negara sekitar Rp 2,48
triliun, yang nyaris raib digasak mafia.

Sementara itu, sebuah sumber menyebutkan, mafia tak hanya bermain
dengan BBM, tetapi juga dalam ekspor dan impor minyak mentah. Banyak
kalangan menyebutnya sebagai calo atau makelar.

Di kalangan pemerintah, sebutannya sedikit berkelas, yakni trader
(pedagang). Dalam berbagai diskusi mengenai pengelolaan sumber daya
minyak dan gas bumi, beberapa pembicara membeberkan dalam tiap
transaksi calo minyak itu memetik untung sekitar US$ 2,5 sampai US$ 3
dari setiap barel minyak yang diimpor.

Bila proses impor harus melewati beberapa jenjang transaksi, misalnya
ada yang mengurus kapal tanker, membeli minyak di pasar spot, maupun
mengurus dokumen, dan Indonesia mengimpor rata-rata 500.000 barel
minyak mentah setiap hari, bisa dibayangkan berapa uang negara yang
masuk ke brankas mafia.

Salah satu anggota DPR menyebut seseorang berinisial MR, sebagai bos
trader. Menurut anggota DPR ini, kiprah MR yang diketahui bermukim di
Singapura tersebut sudah bukan rahasia lagi. Bukan rahasia pula, jika
MR dikenal tidak hanya akrab dengan Pertamina, tetapi juga dengan
kalangan pemerintah.

Menurut sebuah sumber, dari keuntungan yang diraup, MR juga rajin
menyetor ke kas sejumlah partai politik. Disebutkan, MR merupakan
salah seorang pemegang saham di GER, perusahaan yang bergerak di
bidang energi yang juga berkantor pusat di Singapura. GER memiliki
beberapa anak perusahaan, satu di antaranya adalah SE, yang selama
ini memasok minyak ke Pertamina Energy Trading (Petral), anak
perusahaan Pertamina yang berkantor di Singapura. Selama ini, Petral
menjadi semacam broker (perantara) bagi Pertamina jika hendak membeli
minyak mentah dan produk BBM di pasar spot.

Informasi dari kalangan DPR, MR yang merupakan warga negara Indonesia
ini memiliki beberapa nama beken. Siapa sesungguhnya MR?

Anggota Komisi VII DPR Alvin Lie mengatakan, pemerintah semestinya
bisa menjawab pertanyaan itu. Jika keberadaan mafia minyak telah
banyak yang mengetahui, lalu mengapa begitu sulit untuk menggulung
jaringannya? Tampaknya para mafia ini memang seperti hantu, yang
diyakini ada dengan wujudnya yang menakutkan, namun tak sembarang
orang bisa melihat apalagi menjamahnya. [H-13]

———-
Last modified: 10/7/08

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: