Tentang Opini Masyarakat

Mei 27, 2008

Pernyataan Sikap Persatuan Mahasiswa Jakarta: Batalkan Kenaikan BBM

Filed under: Uncategorized — myself @ 4:08 am

Persatuan Mahasiswa Jakarta
Univ. Moestopo Beragama, Universitas Bung Karno (UBK), Univesitas
Sahid Jakarta (USAHID), Univ. Mercu Buana, Institute Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, UPI- YAI, Univ. Pancasila (UP), UPN,
Univ. Jayabaya, BSI, Univ. Borobudur, Universitas Nasional (UNAS),
Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Univ. Islam Negeri (UIN)
Jakarta.

PERNYATAAN SIKAP

Batalkan Kenaikan Harga BBM;
Bebaskan Aktifis Mahasiswa-Rakyat yang tertangkap dalam Aksi menentang
Kenaikan harga BBM di seluruh Indonesia!

Meskipun mendapat penentangan kuat dari berbagai lapisan masyarakat
dan rakyat Indonesia, Pemerintahan SBY-JK tetap bersikukuh menaikkan
harga BBM pada hari Jum’at (23/05/08) yang lalu. Berbagai bentuk aksi
protes dan perlawanan yang digelar oleh mahasiswa dan rakyat tidak
mampu mengurunkan niat SBY-JK untuk menaikkan harga BBM, malah dengan
menggunakan apparatus kekuasaannya (POLRI), kampus Universitas
Nasional diserbu dan diobrak-abrik oleh polisi. Ratusan mahasiswa
ditangkap disertai dengan pemukulan dan berbagai bentuk aksi kekerasan
lainnya. Sebelumnya, Aksi Front Rakyat Menggugat juga dibubarkan dan
28 orang dijadikan ditangkap (7 orang statusnya tersangka). Demikian
pula dengan penangkapan 5 aktifis di Manado, 14 orang di Ternate, dan
11 orang di Bima, NTB. SBY-JK telah menjadikan pendekatan kekerasan
dan refresifitas untuk mengamankan kebijakannya.

Rentetan kejadian diatas, merupakan bukti bahwa SBY-JK sudah menutup
mata terhadap kritik dan tawaran-tawaran opsi dari kelompok gerakan
yang menginginkan agar BBM tidak dinaikkan. Hal itu juga menambah
keyakinan kita akan adanya tangan-tangan tak terlihat, dalam hal ini
kepentingan asing, yang mengendalikan SBY-JK untuk tetap menaikkan
harga BBM. begitu kuatnya kepentingan asing (baca;imperialisme) dalam
rencana menaikkan harga BBM, sehingga seolah-olah ini sesuatu yang tak
bisa dianulir lagi. Begitu bernafsunya pemerintah memenuhi kehendak
tuannya itu, sehingga mereka menafikan kondisi ekonomi yang begitu
sulit sedang dirasakan oleh rakyat Indonesia sekarang. 

Pemerintah tidak punya alasan menaikkan harga BBM. Kenaikan harga
minyak dunia yang sudah menembus harga 130USD/barel, menurut
pemerintah telah membebani APBN, padahal tidak sama sekali. Kenaikan
harga minyak dunia sebenarnya sangat menguntungkan Indonesia sebagai
negara penghasil minyak, berupa “Wind-fall profit” sebesar Rp. 53
triliun dalam setiap kenaikan 1 USD. Itu jauh lebih tinggi ketimbang
subsidi BBM tahun 2008 ketimbang subsidi BBM untuk tahun 2008 yang
hanya 46,7 trilyun rupiah. Jadi tidak benar kalau APBN akan mengalami
defisit karena kenaikan harga minyak dunia. Tekanan pemborosan
terhadap anggaran APBN justru sebenarnya bersumber pada pembayaran
utang luar negeri, yang untuk anggaran APBN 2008 mencapai 91,365
triliun. Rasio utang luar negeri mencakup 30-40 dari pendapatan (PDB)
dan 30% dari total APBN. 

Persoalannya adalah tidak adanya ketahanan energi. Jatuhnya produksi
minyak nasional selain karena faktor kilang minyak yang sudah tua dan
tidak ada penemuan lapangan migas baru, juga disebabkan oleh
penguasaan lapangan migas Indonesia oleh korporasi asing. Saat ini,
sekitar 85%-90% lapangan migas kita dikuasai oleh pihak asing
(ExxonMobil, Chevron, CNOOC, ConocoPhilips, BP, Shell, dan lain-lain).
Sejak dikeluarkannya UU nomor 21 tahun 2001 dan UU nomor 25 tahun
2007, kepentingan (korporasi) asing begitu leluasa mencaplok
sumber-sumber migas kita. Begitu liberalnya UU ini, sehingga
keleluasaan korporasi asing bisa merambah dari hulu-ke hilir.
Akibatnya, usaha-usaha produksi migas dan distribusinya dikuasai oleh
jaring-jaring korporasi minyak dunia, sedangkan pertamina tidak bisa
melakukan apa-apa, malah terus merugi. Tidak ada jalan lain,
pemerintah patut untuk melakukan pengambil-alihan (nasionalisasi)
terhadap perusahaan tambang asing ini demi kedaulatan energi nasional.

Kenaikan harga BBM akan berdampak luas pada seluruh aktifitas
perekonomian rakyat (kecil, menengah dan besar) dan dirasakan oleh
lapisan masyarakat yang berada diposisi menengah- kebawah. Kenaikan
harga BBM telah memicu kenaikan harga-harga bahan pokok, padahal
sebelumnya bahan pokok telah melonjak harganya karena krisis pangan
dunia. Demikian pula dengan situasi Industri nasional yang sangat
tergantung pada pasokan bahan bakar BBM, akan terpukul dan tergilas
badai krisis. Akibatnya adalah PHK massal dan efisiensi. Harga BBM
adalah dasar penentuan harga komoditi lain (price list). Jadi kalau
BBM naik, maka harga komoditi lainnya pun akan turut naik. Bagaimana
dengan BLT? BLT bukanlah solusi untuk mengatasi/mengimbangi dampak
luas kenaikan harga BBM. Biaya yang harus dikeluarkan rakyat akibat
kenaikan harga BBM jauh lebih besar ketimbang nilai bantuan yang hanya
cukup membeli seliter minyak tanah sehari. 

Jelas, pemerintahan SBY-JK beserta partai-partai yang mendukung
kenaikan harga BBM merupakan perwakilan kepentingan asing di
Indonesia. Merekalah yang telah memfasilitasi fihak asing untuk
merampok kekayaan alam negara kita. SBY-JK adalah kaki-tangan
imperialisme yang selalu menggadaikan kekayaan alam kita, termasuk
migas kepada kepentingan korporasi-korporasi asing. Demikian pula
dengan parpol-parpol pendukung kenaikan BBM, jelas-jelas merupakan
kaki tangan kepentingan asing. Jika rakyat Indonesia mau keluar dari
krisis ekonomi dan kemiskinan seperti sekarang ini, maka kita harus
berani mengatakan rakyat harus meninggalkan elit politik yang selama
ini menjadi agen kepentingan imperialisme di Indonesia.

Oleh karena itu, Persatuan Mahasiswa Jakarta menyatakan sikap sebagai
berikut;
1. Batalkan kenaikan harga BBM; Turunkan harga-harga Sembako;
2. Bebaskan Aktifis Mahasiswa dan Rakyat yang tertangkap saat aksi
menentang kenaikan BBM di seluruh Indonesia;
3. Nasionalisasi Industri Pertambangan Asing; Penghapusan Utang Luar
Negeri.
4. Bangun posko-posko menentang kenaikan harga BBM di tingkatan
kampung, kampus, dan pabrik-pabrik;
5. Turunkan SBY-JK Sekarang juga.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Kibarkan terus panji-panji
perjuangan rakyat!

Jakarta, 25 Mei 2008

Persatuan Mahasiswa Jakarta
Posko –posko PMJ: Kampus IISIP Jakarta, YAI Jakarta, Mercubuana,
Moerstopo Jakarta, dan UKI Jakarta.

2 Komentar »

  1. PMJ itu isinya mahasiswa bego ya ?

    Komentar oleh mahasiswa_angkatan94 — Mei 28, 2008 @ 3:10 am | Balas

  2. Forum bebas bicara untuk menyampaikan ungkapan cinta, opini, keluh kesah, harapan, kritik, dan saran kepada para pemimpin kita

    http://www.facebook.com/pages/Presiden-Indonesia/204016290557

    Komentar oleh Rakyat Biasa — November 8, 2009 @ 12:26 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: