Tentang Opini Masyarakat

Mei 19, 2008

Langkah-langkah Mendulang Uang dari BBM

Filed under: Uncategorized — myself @ 9:18 am

Ternyata semakin banyak / ramai orang untuk menjadi kaya pada saat terjadinya gonjang-ganjing masalah BBM ini. Ada banyak cara atau trik-trik untuk mendapatkan atau mengumpulkan dari margin tersebut. Mustinya orang seperti inilah yang perlu dibasmi sampai ke akar-akarnya dan ke kartel mafianya, bukannya malah memberatkan rakyat dengan menaikkan harga BBM. Mustinya energi seperti BBM ini diperlakukan sebagaimana EMAS yang musti dijaga dalam bumi Pertiwi ini, jangan sampai di selundupkan ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mustinya inilah peran BIN untuk menunjukkan eksistensinya. Karena saya kira, selain narkoba, BBM juga bisa untuk mendanai kegiatan ilegal (termasuk mata-mata dan pemicu teroris serta huru-hara).  Itu kalo pejabat BIN mau melek dan tidak memikirkan kantongnya sendiri.

Berikut ini petikan berita selengkapnya.

————–

19/05/2008 15:24 WIB
Ramai-Ramai Timbun BBM (2)
Gaji Tetap Utuh Walau Dipenjara
Ronald Tanamas – detikcom


Jakarta – Sosok pria tegap berkulit gelap itu akhirnya keluar dari pintu sel menuju tempat besukan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pemuda Tangerang. Pria itu bernama Iwan. Ia sudah lima bulan mendekam di blok B LP Tangerang. Iwan meringkuk di dalam penjara lantaran terbukti menimbun bahan bakar minyak (BBM). Pengadilan Negeri Tanggerang kemudian memvonisnya dengan 3 tahun kurungan karena dianggap melanggar Pasal 53 UU No 22/2001 Tentang Migas.

Iwan mengaku dirinya hanyaapes kala itu. Pasalnya, karyawan SPBU di Cisauk, Tangerang sebelumnya aman-aman saja melaksanakan perintah bos-nya, Darmo Supono. Sehari-hari, selain bertugas melayani pengisian BBM untuk kendaraan bermotor , ia diberi tugas tambahan sebagai perantara antara pihak SPBU dengan beberapa pemilik pabrik di kawasan Kabupaten Tangerang. Aktivitas penjualan BBM bersubsidi itu telah ia lakukan dua tahun belakangan.

Namun selihai-lihainya Iwan menyiasati BBM bersubsidi akhirnya ketahuan juga. Polisi akhirnya menangkap tangan Iwan saat bertransaksi dengan salah satu orang suruhan pabrik. Kabar tertangkapnya Iwan langsung terdengar oleh Darmo, pemilik SPBU. Sang bos lantas berupaya menyuap polisi yang menangkap Iwan. Darmo berpikir, mungkin polisi yang menangkap hanya ingin menaikan setoran yang selama ini ia berikan.

Tapi dugaan Darmo ternyata meleset. Sebab polisi tidak menggubris tawaran menggiurkan tersebut. “Gila polisi sekarang sudah tidak doyan uang, padahal 86-nya (uang damai), Rp 20 juta. Tapi tetap ditolak,” kata Iwan saat berbincang dengan detikcom di ruangan berukuran 7 kali 8 meter. Iwan mengaku menyaksikan sendiri upaya suap bos-nya.

Darmo Supono merupakan juragan SPBU di kawasan Jabodetabek. Sebanyak 18 SPBU di kawasan itu merupakan miliknya. Tapi sekalipun bergelimang uang dari hasil menjual BBM secara resmi, Darmo rupanya masih tergiur besarnya selisih harga penjualan BBM bersubsidi ke sejumlah industri. Maklum selisih harganya mencapai Rp 3 ribu. Bila ia menjual dalam jumlah besar tentu saja untungnya lebih menggiurkan dibanding menjual BBM secara resmi.

Untuk mengamankan aksi tipu-tipu ini, lanjut Iwan, Darmo menyisihkan keuntungan untuk memberi setoran kepada sejumlah pihak. Begitupun kalau anak buahnya tertangkap karena permainan Darmo, seperti kejadian yang menimpa Iwan. “Meski saya di penjara saya tetap mendapat gaji utuh. Uang dapur untuk istri saya juga dijamin,” ujar bapak dua anak ini.

Dono, orang dekat Darmo Supono juga punya cerita lain seputar juragan SPBU tersebut. Menurutnya, pria asal Boyolali, Jawa Tengah itu sangat pandai membaca situasi. Misalnya, ketika harga minyak mentah dunia perlahan mengalami kenaikan, sejak November 2007, ia langsung mengintruksikan kepada anak buahnya tutup pukul 21.00. Padahal sebelumnya, seluruh SPBU miliknya tutup pukul 24.00, bahkan ada yang buka 24 jam. Dengan cara ini, ia bisa menyimpan BBM dalam jumlah besar. Setelah ada kenaikan harga BBM yang disimpannya tersebut baru akan dikeluarkan. “Bayangkan saja berapa keuntungan yang akan di dapat Darmo,” jelas Dono.

Darmo, yang dikenal sangat perhatian terhadap anak buahnya ini, juga sering memerintahkan mengakali meteran mesin pengisian BBM. Cara yang dilakukannya dengan menyelipkan pengait agar bensin yang dikeluarkan tidak sama dengan yang tertera di meteran. Dari aksi ini SPBU miliknya, bisa mendapatkan 0,2 liter dari setiap liter yang dibeli konsumen.

Siasat yang dijalankan Darmo aman-aman saja, menurut Dono, lantaran sang bos sangat dekat dengan para pejabat di Tangerang maupun di Pertamina. Wajar kalau aksinya itu selalu luput dari pantauan Tim Terpadu (Timdu) Pertamina. Apalagi ia disebut-sebut sebagai salah satu donatur salah satu parpol. “Pak Haji adalah salah satu tim sukses Megawati pada pilpres 2004. Ia menyumbang Rp 3 milyar waktu itu,” ungkap Dono.

Soal tutup lebih awal SPBU menurut Yusuf Andin Kasim, anggota Komisi III DPR, memang merupakan modus baru dalam upaya menimbun BBM. “Cara semacam ini memang sulit dideteksi. Dengan alasan sepi pembeli akhirnya tutup lebih awal. Padahal itu sengaja dilakukan untuk menyimpan BBM bersunsidi dan menjualnya lagi ketika harga BBM naik,” kata Yusuf.

Langgengnya permainan nakal pemilik SPBU karena pengawasan yang dilakukan Pertaminan lemah. BUMN yang mengurusi minyak negara ini biasanya selalu bergerak kalau ada momen, seperti sekarang ini. Sedangkan hari-hari biasanya mereka justru sering main mata dengan para pemilik SPBU. Untuk itu, Yusuf meminta Pertamina berani menindak tegas pemilik SPBU yang nakal. Kalau perlu cabut izin operasionalnya.

Sutan Bathoegana dari Komisi VII DPR juga punya pendapat yang sama. Politisi dari Partai Demokrat ini berjanji akan memantau Timdu pertamina. Ia menegaskan akan mendesak pemerintah untuk mengganti anggota Timdu bila tidak bekerja dengan baik. Sebab kelalaian Pertamina dalam mengawasi SPBU sangat merugikan negara. Sebab BBM yang dipermainkan dengan mengakali meteran dan penimbunan adalah hak rakyat, dalam bentuk subsidi. “Timdu harus bergerak cepat mengecek meteran di seluruh SPBU, terutama di Jakarta. Saya yakin ada saja SPBU yang berbuat curang,” tegas Sutan kepada detikcom.

Ia menambahkan para penimbun BBM sebenarnya bisa dimasukan dalam kategori pelanggaran subversif. Sebab kejahatan yang dilakukan sangat merugikan rakyat dan negara. Dan penimbunan BBM yang mereka lakukan bisa menggundang keresahan di masyarakat. ( ddg / iy )

Sumber : detik

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: