Tentang Opini Masyarakat

Mei 17, 2008

mbak Fau: Sanggahan Pada Perhitungan Kwik Kian Gie

Filed under: Uncategorized — myself @ 7:41 am

Ada hal2 lain yang saya kira tidak tepat dalam asumsi dan perhitungan KKG, misalnya saja:

1. Asumsi bahwa semua lifting dikonversi 100% menjadi premium. Tanpa loss, tanpa diversifikasi produk, tanpa mempertimbangkan kualitas.

2. Asumsi bahwa 70% DMO itu langsung dimiliki sepenuhnya oleh Pertamina, lha.. dari mana ini? PSCnya dikemanain? Setahu saya, perhitungan DMO itu diambil dari hasil produksi bagiannya PSC setelah split equity, jadi 25% x 26,7857% x R.

3. Tidak ada asumsi bagi hasil net profit, 73,2 : 26,8 untuk Pemerintah : PSC ditambah PPh dan PBDR. Bagi hasil Equity ini yang merupakan revenue pemerintah yang kemudian akan dibagi hasilkan lagi ke daerah. Bukan DMO 70%. FYI, th 2007 saja ada lebih dari 300 daerah yang mendapatkan Bagi hasil ini sebesar 13 T lebih (sebelum adjustment), ditambah gas total Bagi Hasil ini >23 T.

4. Kalo pake asumsinya Pak Johand, maka biaya rata2 per bbl adalah $13,82 atau sekitar Rp127 ribu. Satu bbl adalah 159 Liter. Tapi tidak berarti 1 bbl lifting = 159 Liter bensin, ada produk2 lain yang dihasilkan (dan saya kurang tahu apakah ada waste juga). Kalo pake datanya API, sekitar 47% yang jadi gasoline. Jadi berapa biaya cost recovery per liter gasoline? Kalo mau tembak langsung, jadinya sekitar Rp800/ Liter hasil (diambil sama rata biayanya, baik premium, minah, aspal dll, dan dianggap tidak ada loss).

Pak Johand juga tentu tahu bahwa kontrak migas itu kontrak jangka panjang dan cukup kompleks klausul2nya (karena naturenya yang capital-intensive high risk high gain ya Pak?), bukan seperti kontrak sewa menyewa tanah buat dijadiin tempat cuci mobil. Kita tidak bisa tiba2 bilang ke PSC: sana pergi, mulai sekarang kami yang kerjain. Atau: kami butuh bensin lebih banyak, kamu jangan jual ke LN deh, semua jadi DMO dan dikasih gratis ke kami. PSC tentunya sudah punya POD dan business plan jangka panjang, dijual ke mana (mungkin sebagian sudah terikat kontrak jual beli, kalau gas sudah pasti tuh harus ada kontrak jual beli sebelum eksploitasi dimulai), estimasi biaya, price, dsb… tidak bisa tiba2 berubah begitu saja.  Be fair juga dong terhadap investor, bukankah investasi ini juga yang memberi kesempatan kerja?  Bagaimana perasaan kita jika Pertamina yang jadi kontraktor di Iran misalnya tau2 diperlakukan semena2? FYI, semua alat yang digunakan kontraktor adalah hak Pertamina.

5. Jadi menurut saya, hitungan KKG deviasinya terlalu besar. Saya juga ngga mengerti kenapa KKG over simplify kalkulasinya. Sebagai mantan Menko Ekuin, dan mantan Komisaris Pertamina, tentunya dia punya akses atau wawasan untuk melakukan kalkulasi yang agak realistis. Apalagi dulu saat masih berkuasa. Kalau dia bilang dia diblok dari informasi, saya rasa terlalu naif ya. Kalau cuma bilang sama Direktur Pertamina minta data, ngga dikasih, terus diam saja, ya bagaimana… Saya yang bukan siapa2 saja, bisa mencari jalan untuk mendapatkan data dan info skema, dan sebagian sudah dipublish di internet (asal mau nyari). Kalau KKG merasa dia selalu diblok dari informasi oleh Pertamina, dia bisa cari jalan lain dong entah minta tolong lewat mahasiswa, Depkeu, ESDM, lembaga riset, PSC, dsb. Sehingga kalau bikin estimasi setidaknya proksi yang dipakai cukup realistis.

Kalau belum punya data yang agak valid, dan proksi yang agak realistis, kok beraninya menulis dipublikasikan? apa bukannya malah menjadi bahan provokasi saja? atau memang itu tujuannya? apa gunanya memberi informasi yang dipelintir buat rakyat? Kalau pemerintah kita anggap kurang transparan, kenapa harus membalas dengan membohongi rakyat pula? Kalau Megawati yang jadi presiden sekarang, apa yakin dia tidak akan menaikkan harga BBM? Saya sih merasa tulisan2 KKG itu fishy, political-purposed twisting the information. Sorry to say untuk fansnya KKG. Beda pendapat boleh toh.. Saya mengucapkan terima kasih pada Pak Johand yang memberikan tulisan yang sangat informatif dari sisi experience beliau. Macam ini yang kita perlukan.

Menjawab pertanyaan mas Tara, bagaimana sistem account, setahu saya PPh Badan dibayar langsung ke rekening valas Depkeu di BI. Departemen ESDM yang menerima laporan dan bertugas mengecek laporan jumlah lifting dan produksi dari PSC. Mengenai pengawasan, ada BP Migas sebagai regulatory body yang mengecek apakah cost recovery yang diajukan PSC itu wajar atau tidak. Ada lagi audit oleh BPKP. Jadi Depkeu bukan satu2nya key body, justru Depkeu lebih bertindak sebagai bendahara/kasir. Yang ngitung2 lebih banyak Dep ESDM. Ini juga berlaku bagi kasus SDA lainnya semisal Kehutanan (DepHut), Perikanan (DepTan), Gas, dan Pertambangan (ESDM). Istilahnya kementerian teknis terkait.

Sekali lagi CMIIW.

Catatan: saya tidak menulis tentang hal2 lain diluar perhitungan minyak belum tentang strategi kebijakan publik, jadi pls jangan disalahpahami bahwa saya 100% pro semua kebijakan pemerintah.

salam,

fau

1 Komentar »

  1. Kalau anda merasa benar kenapa nggak tantang tuh KKG? biar tahu siapa yang benar jadi jangan ngoceh diblog sendiri. Kalau Komisaris harus tahu pembukuan lihat dulu macam apa komisarisnya. wong jadi pegawai kalau nggak sepaham sama teman-temannya aja semua data bisa distop itu dikantor biasa. lho kalau jadi menteri sudah jelas siapa KKG semua orang sudah tahu!. Dia itu anak buahnya Mega (Waktu jadi presiden) presidennya sendiri dikritik apalagi orang lain. Lain sama Syahrir (alamarhum, sepertinya ini rival KKG) waktu nggak jadi Wantimpres suka ngomong setelah jadi Wantimpres ya manggut-manggut alias OK bos.

    Komentar oleh jojon — Agustus 11, 2008 @ 4:04 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: